Pengertian penyakit kardiovaskular

Pengertian penyakit kardiovaskular

Pengertian penyakit kardiovaskular ~ Kardiovaskular merupakan sistem dari organ tubuh manusia yang terdiri dari jantung, darah, dan jaringan pembuluh darah (arteri, kapiler, dan vena), yang sangat erat kaitannya dengan sirkulasi nutrisi, gas, hormon keseluruh tubuh. Sehingga apapun itu penyakit yang mempengaruhi pada gangguan jantung dan pembuluh darah serta organ lainnya yang terlibat, termasuk dalam kategori penyakit kardiovaskular. Penyakit ini juga mencakup penyakit pembuluh darah otak serta ginjal. Karena sistem kardiovaskular termasuk organ yang paling penting dalam tubuh manusia, sehingga penyakit ini termasuk dalam kategori yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, karena dapat menghentikan kinerja sistem kardiovaskular yang tidak akan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Penyakit kardiovaskular ada banyak, akan tetapi yang paling dikenal yaitu penyakit jantung dan stroke. Dan yang lainnya yaitu : Penyakit arteri koroner, jantung hipertensi, gagal jantung, aritmia jantung, jantung inflamasi, katup jantung, serebrovaskular, arteri perifer, dan penyakit jantung rematik.

Penyakit kardiovaskular ini merupakan salah satu kondisi dari penyakit yang sangat berbahaya, karena dapat berdampak buruk pada kesehatan hingga kematian. Dan menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia, angka kematian akibat penyakit kardiovaskular ini mencapai 30%, dan diperkirakan 17 juta orang meninggal pertahunnya dengan angka yang terus menaik. Penyebab dari penyakit ini bermacam- macam, namun yang paling sering adalah dikarenakan adanya plak pada pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah tidak lancar atau tersumbat (aterosklerosis) serta dikarenakan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penyebab lainnya pula dapat terjadi akibat dari perubahan gaya hidup yang kekinian yang justru mempunyai efek negatif terhadap kesehatan manusia sekarang ini. Seperti contohnya : mengkonsumsi junk food atau makanan siap saji, makanan berkadar lemak jenuh dan berkolesterol tinggi, kebiasaan merokok, minuman beralkohol, kerja yang berlebihan, kurang berolahraga, serta stress, telah menjadi gaya hidup manusia terutama di daerah perkotaan yang sudah serba modern ini. Padahal hal tersebut merupakan faktor penyebab dari resiko penyakit kardiovaskuler.

Sehingga pencegahan menjadi suatu hal yang penting agar terhindar dari resiko penyakit kardiovaskular ini, pencegahan yaitu yang tentunya dengan menghindari penyebabnya, karena tentunya mencegah lebih baik dari pada mengobati. Selain mengontrol tekanan darah, gula darah dan kolesterol jahat dalam darah juga menjadi suatu hal yang perlu dan penting untuk dikontrol secara rutin dan teratur, karena dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Olahraga atau bergerak secara aktif, dapat berfungsi dalam menjaga sirkulasi darah dan  metabolisme tubuh tetap teratur sehingga  sistem kardiovaskular, otot, tulang, serta organ dalam tubuh anda tetap sehat, dan berfungsi dengan baik. Cobalah olahraga jenis senam aerobik, karena bermanfaat dalam meningkatkan aliran oksigen ke  otot dan jantung. Dengan makin banyak oksigen yang  masuk, tubuh menjadi makin sehat. Selain itu juga, penelitian yang dilakukan Committee on Nutrition menyebutkan bahwa dengan mengkonsumsi ikan, terutama yang mengandung minyak ikan yang tinggi, dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular, serta mengurangi risiko terkena serangan stroke. Karena mengandung asam lemak tak jenuh yaitu omega-3 yang juga  memiliki efek terbatas terhadap tekanan darah. Serta dengan mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 secara rutin dan teratur dapat membantu mengurangi kadar trigliserida dalam darah.

Dan minyak ikan salmon tersebut saat ini bisa anda peroleh secara praktis dengan mengkonsumsi produk deep sea fish oil yang terbuat dari ikan salmon yang didapat dari laut norwegia yang bebas dari polusi terkontaminasi. Bagi anda yang berminat dengan produk kesehatan minyak ikan kami, silahkan klik gambar dibawah ini :

Obat Untuk Penyakit Kardiovaskular

Obat penyakit kardiovaskular

 

Comments are closed.